Legenda Suku Tengger kisah Roro Anteng dan Joko Seger

- 28 Mei 2024, 23:06 WIB
Kawasan lereng Tengger
Kawasan lereng Tengger /Yusuf/MALANGRAYA.CO

MALANGRAYA.CO - Di sebuah dataran tinggi yang sejuk dan dikelilingi oleh perbukitan hijau serta gunung-gunung yang menjulang, terhamparlah sebuah kawasan yang kini dikenal dengan nama Tengger.

Kawasan ini terkenal dengan keindahan alamnya yang mempesona, terutama Gunung Bromo yang menjadi ikon wisata. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa di balik keindahan tersebut, tersimpan sebuah legenda yang telah turun-temurun diceritakan oleh Suku Tengger, sebuah suku yang hidup di kawasan itu.

Legenda ini bermula dari kisah dua insan yang bernama Roro Anteng dan Joko Seger. Roro Anteng adalah putri dari raja kerajaan Majapahit yang terkenal akan kecantikan dan kebijaksanaannya.

Sementara Joko Seger adalah seorang pemuda desa yang tampan dan gagah berani. Nasib mempertemukan mereka dalam sebuah peristiwa yang tak terduga, saat Roro Anteng tersesat di hutan saat berburu dan Joko Seger datang menyelamatkannya. Sejak saat itu, benih cinta mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, cinta mereka tidaklah mudah. Raja Majapahit memiliki keinginan agar Roro Anteng menikah dengan bangsawan untuk memperkuat posisi kerajaan. Namun, Roro Anteng telah memberikan hatinya pada Joko Seger. Mereka memutuskan untuk melarikan diri dan mencari tempat yang aman untuk memulai kehidupan baru.

Setelah berhari-hari mengembara, mereka menemukan sebuah lembah yang subur dan dikelilingi oleh gunung yang megah. Tempat itu terasa begitu damai dan sempurna untuk menjadi rumah baru mereka. Mereka menamai tempat tersebut Tengger, yang merupakan gabungan dari nama mereka berdua, Roro Anteng dan Joko Seger.

Di Tengger, Roro Anteng dan Joko Seger hidup bahagia. Mereka memerintah dengan adil dan bijaksana, dan rakyatnya hidup makmur. Namun, satu hal yang membuat mereka sedih, mereka belum dikaruniai seorang anak. Mereka berdoa kepada para dewa agar diberikan keturunan.

Suatu hari, dewa yang menguasai gunung-gunung yang mengelilingi Tengger menjawab doa mereka. Dewa tersebut bersedia memberikan mereka anak-anak, tetapi dengan satu syarat. Roro Anteng dan Joko Seger harus bersedia mengorbankan anak bungsu mereka kepada gunung. Mereka sangat bingung dan sedih, namun demi kebahagiaan rakyat Tengger, mereka menerima syarat tersebut.

Tak lama kemudian, Roro Anteng melahirkan anak-anak yang jumlahnya sangat banyak. Rakyat Tengger pun bergembira, namun Roro Anteng dan Joko Seger selalu dihantui oleh janji yang telah mereka buat. Saat anak bungsu mereka lahir, yang diberi nama Kesuma, mereka merasa sangat berat untuk melepaskannya.

Halaman:

Editor: Dodik Fajar Iswahyudi

Sumber: MOII CERITA RAKYAT


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah