Rela Antri..! Musim Kemarau , Petani Dau Kekurangan Air di Kab Malang

- 20 Mei 2024, 16:27 WIB
Pada puncak musim kemarau, biasanya akan diterapkan sistem penggiliran jatah air untuk lahan pertanian
Pada puncak musim kemarau, biasanya akan diterapkan sistem penggiliran jatah air untuk lahan pertanian /Dk/MALANGRAYA.CO

MALANGRAYA.CO - Dampak musim kemarau telah menyebabkan penurunan debit air sungai, yang berakibat pada semakin terbatasnya ketersediaan air untuk irigasi lahan pertanian. Pada musim kemarau ini, tercatat penurunan volume air di beberapa titik sungai dan saluran irigasi, khususnya di daerah Salorejo dan Gading Kulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Petani di Kabupaten Malang terpaksa antri untuk memperoleh air yang diperlukan dalam proses penyemprotan tanaman. Situasi ini dapat mempengaruhi volume dan kualitas panen jeruk serta sayuran.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan kebutuhan air untuk kegiatan pertanian, termasuk perendaman dan penyiraman lahan.

Rata-rata masyarakat mengalami kekurangan air lantaran sumber air mereka menyusut. Hujan yang turun beberapa kali tidak mampu meresap ke dalam tanah

Petani mengantre untuk mendapatkan air yang dibutuhkan dalam proses penyemprotan dan perawatan tanaman, agar hasil panen dapat optimal.

Sucipto, seorang petani lokal, menyatakan bahwa selama musim kemarau, debit air menurun dan petani harus berusaha lebih keras untuk mencari sumber air atau mengantre demi mendapatkan air.

"Ketika kemarau debit aliran air akan menurun dan petani harus mencari sumber air,  kami rela mengantri agar bisa mendapatkan air,” jelasnya.

Dengan meningkatnya kebutuhan air dan berkurangnya ketersediaan, debit air sungai di Salorejo, Dau, telah menunjukkan penurunan.

"Ya, kebutuhan air meningkat hingga tiga kali lipat untuk proses penyemprotan atau penyiraman. Kami mengambil air dari sini karena untuk penyemprotan selama kemarau harus dilakukan seminggu sekali, akibat ketersediaan air yang terbatas," ucap seorang petani.

Halaman:

Editor: Dodik Fajar Iswahyudi

Sumber: PETANI


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah