Alokasikan Rp 83 Miliar untuk Pembangunan Gerbang Wisata Desa Wringinanom di Kabupaten Malang

- 18 Juni 2024, 20:10 WIB
Pembangunan gerbang wisata ini merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang didanai oleh Pemerintah Pusat
Pembangunan gerbang wisata ini merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang didanai oleh Pemerintah Pusat /Priyono/MALANGRAYA.CO

MALANGRAYA.CO - Pemerintah Pusat telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 83 miliar untuk pembangunan gerbang wisata di Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Gerbang wisata ini direncanakan akan menjadi titik singgah bagi para wisatawan yang hendak mengunjungi Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Menurut Tomie Herawanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, meskipun proyek ini disebut sebagai gerbang wisata, akan tersedia berbagai fasilitas pendukung kegiatan pariwisata yang lengkap Hal ini diungkapkannya melalui awak media pada Senin, (17/6/2024) kemarin.

"Meskipun disebut gerbang wisata, fasilitas di sana akan mendukung kegiatan wisata," terang Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Malang Tomie Herawanto

Dalam keterangannya, Tomie menyebutkan bahwa rencana pembangunan ini tidak hanya mencakup area parkir yang mampu menampung hingga 15 bus pariwisata, tetapi juga akan melibatkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari tiga desa, yaitu Wringinanom, Gubugklakah, dan Poncokusumo.

“Pemerintah juga berencana membentuk Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) untuk memajukan ekonomi lokal,” jelasnya.

Saat ini, rest area yang ada di Desa Wringinanom masih beroperasi dan menjadi tempat beristirahat bagi wisatawan, meski kapasitasnya terbatas dan beberapa fasilitasnya memerlukan pemeliharaan. Pembangunan gerbang wisata ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas rest area itu.

"Desa Wringinanom terkenal sebagai akses utama ke destinasi wisata Gunung Bromo dan menawarkan potensi pariwisata yang menjanjikan serta beragam produk pertanian organik." Kata Tomy, menambahkan.

Selain fungsi utamanya sebagai gerbang wisata, lokasi ini juga direncanakan menjadi akses menuju Vulcania Park, sebuah tempat wisata edukatif yang akan menghadirkan miniatur Gunung Bromo dan informasi mengenai alam serta budaya Suku Tengger.

“Wiasata edukatif itu mencakup aspek pendidikan, yang meliputi pengetahuan tentang geologi seperti materi mengenai gunung berapi, serta aspek sosial seperti kebudayaan dari Suku Tengger," tutupnya dengan tegas.

Halaman:

Editor: Dodik Fajar Iswahyudi

Sumber: Pemkab Malang


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub