Mengapa 29 Mei Dirayakan sebagai Hari Lanjut Usia Nasional..? Inilah Sejarahnya..!

- 29 Mei 2024, 23:46 WIB
Sejarah Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tidak terlepas dari sosok Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat
Sejarah Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tidak terlepas dari sosok Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat /Dk/MALANGRAYA.CO

MALANGRAYA.CO - Tanggal 29 Mei setiap tahunnya diakui sebagai Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), yang pada tahun 2024 akan memasuki peringatan yang ke-28 sejak pertama kali dicanangkan pada tahun 1996. Peringatan HLUN merupakan kesempatan berharga untuk memberikan penghormatan dan pengakuan atas sumbangsih para lanjut usia di masyarakat kita.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos), tema yang diangkat untuk Hari Lanjut Usia Nasional tahun 2024 adalah "Lansia Terawat, Indonesia Bermartabat".

Tema ini menggarisbawahi pentingnya aspek perawatan dan penghormatan terhadap lanjut usia, serta menjamin kesejahteraan mereka.

Maksud dari tema ini adalah untuk menegaskan komitmen bahwa para lanjut usia berhak mendapatkan perawatan yang pantas dan rasa hormat yang tinggi, agar mereka dapat menikmati kehidupan yang bahagia dan bermartabat.

Melalui tema ini, diharapkan terjadi peningkatan kesadaran dan kepedulian dari seluruh elemen masyarakat serta pemerintah terhadap kebutuhan dan kesejahteraan lanjut usia, memberikan dukungan yang mereka perlukan, serta mengakui kontribusi mereka dalam pembangunan bangsa.

Sejarah Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) tidak terlepas dari sosok Dr. KRT. Radjiman Widyodiningrat, yang merupakan tokoh penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan menjabat sebagai ketua BPUPKI pada tahun 1945.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap peran serta kontribusi lanjut usia, khususnya dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa, Pemerintah Indonesia menetapkan Hari Lanjut Usia Nasional.

Tujuan dari hari ini adalah untuk mengenang dan merayakan dedikasi serta kontribusi para lansia bagi bangsa dan negara.

Hari Lanjut Usia Nasional pertama kali ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia saat itu, Soeharto, pada tanggal 29 Mei 1996 di kota Semarang.

Halaman:

Editor: Dodik Fajar Iswahyudi

Sumber: Kementrian Sosial Republik Indonesia


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah