Jelang Idul Adha..! Stabilisasi Pasokan Beras Bulog di Kota Malang Hadapi Penurunan Permintaan

- 13 Juni 2024, 11:32 WIB
Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina
Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina /Dk/MALANGRAYA.CO

MALANGRAYA.CO – Menjelang perayaan Idul Adha, permintaan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dari Bulog di Kota Malang, Jawa Timur, mengalami penurunan. Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina, mengungkapkan bahwa minat masyarakat terhadap beras SPHP menurun karena harganya yang kini hampir setara dengan beras lokal.

Siane menjelaskan bahwa harga beras Bulog telah mengalami kenaikan dari Rp54.500 menjadi Rp57.500 per kemasan 5 kg.

"Terjadi penurunan minat masyarakat terhadap beras SPHP dikarenakan harganya yang hampir setara dengan beras lokal,” jelas, Kepala Bulog Cabang Malang, Siane Dwi Agustina, pada Selasa (11/6/2024).

Di pasar, beras SPHP dijual dengan harga Rp60.000, sementara beras lokal berkisar antara Rp65.000 hingga Rp66.000 per 5 kg. Kenaikan harga ini dimaksudkan untuk mendukung petani dalam masa panen raya.

Lebih lanjut, Siane menyatakan bahwa permintaan terhadap SPHP saat ini berkurang seiring dengan melimpahnya hasil panen yang membuat stok beras di masyarakat cukup banyak. Hal ini diharapkan dapat menjaga pasokan beras hingga bulan Juli mendatang.

"Peningkatan harga beras SPHP bertujuan untuk memberikan dukungan kepada para petani dalam periode panen raya,” imbuhnya.

Di sisi lain, stok beras cadangan pemerintah di gudang Bulog tercatat sangat cukup, mencapai 13.000 ton. Jumlah itu ditambah dengan realisasi pengadaan beras dari petani yang telah mencapai 8.095 ton, melampaui target awal sebesar 5.000 ton.

"Stok beras sebanyak itu cukup sampai enam bulan kedepan. Pasalnya, kebutuhan SPHP untuk wilayah Malang sekitar hanya 1.000 ton per bulan dan bantuan pangan menyisakan dua bulan butuh 3.800 ton per bulan,” pungkasnya.

Dengan jumlah stok yang ada, diprediksi akan mencukupi kebutuhan selama enam bulan ke depan. Adapun kebutuhan SPHP untuk wilayah Malang raya sekitar 1.000 ton per bulan, sedangkan untuk bantuan pangan yang tersisa membutuhkan sekitar 3.800 ton per bulan dalam dua bulan ke depan.***

Editor: Dodik Fajar Iswahyudi


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub