Mau Gaji Rp 52 Juta? Berikut Cara Kerja di Jerman sebagai Perawat!

- 8 Juli 2024, 22:30 WIB
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jerman dalam program lanjutan pemerintah (G to G) untuk sektor tenaga keperawatan.
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah memberangkatkan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jerman dalam program lanjutan pemerintah (G to G) untuk sektor tenaga keperawatan. /Azmi Samsul Maarif/Antara

MALANGRAYA.CO - Dalam upaya meningkatkan kualitas hidup serta membuka peluang kerja bagi warganya, Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) telah mengumumkan pengiriman sebanyak 175 Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Jerman. Langkah ini merupakan bagian dari program kerjasama pemerintah ke pemerintah (G to G) di sektor tenaga keperawatan, yang diharapkan akan membawa perubahan positif bagi para pekerja serta kontribusi signifikan bagi kedua negara.

Program ini memerlukan calon pekerja migran yang memiliki kualifikasi tertentu, di antaranya adalah lulusan minimal D3 keperawatan dengan Surat Tanda Registrasi (STR) yang masih aktif. Calon PMI juga harus melengkapi dokumen pribadi lainnya dan bersedia mengikuti pelatihan intensif selama sembilan bulan yang semua biayanya akan ditanggung oleh negara Jerman.

Menurut Irjen I Ketut Suardana, Deputi Penempatan dan Pelindungan Kawasan Eropa dan Timur Tengah BP2MI, program ini menawarkan remunerasi yang menarik. "Upahnya memang cukup lumayan, karena untuk gaji bruto awal itu sebesar 2.390 euro, kurang lebih sekitar Rp40 juta. Beberapa tahun kemudian, bisa mencapai 3.900 euro atau sekitar Rp52 juta," ungkap Suardana.

Dari tahun 2021 sampai 2024, program G to G ini menargetkan untuk memberangkatkan 175 orang dari total 800 orang yang masih dalam proses seleksi. Suardana menambahkan bahwa para pekerja migran yang berangkat ke Jerman berasal dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Lowongan Kerja di Jerman: Peluang Emas Bagi Lulusan SMA dan S1 dengan Gaji Menggiurkan

"Kami juga berupaya untuk mendorong agar teman-teman yang sekarang dalam seleksi dapat meningkatkan kemampuan bahasanya, sehingga bisa berangkat lebih banyak ke Jerman," katanya.

Pada hari pengumuman, terdapat sembilan pekerja migran yang diberangkatkan, terdiri dari delapan wanita dan satu laki-laki. Langkah ini tidak hanya membuka peluang bagi para pekerja untuk meningkatkan standar hidup mereka, tetapi juga memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman, khususnya di sektor tenaga keperawatan.

Program G to G ini diharapkan dapat menjadi model untuk kerjasama internasional lainnya, yang tidak hanya mengutamakan transfer tenaga kerja, tetapi juga pembangunan kapasitas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Peluang Baru bagi Pekerja Migran Indonesia di Sektor Konstruksi Jerman

Pemerintah Indonesia, melalui Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), mengungkapkan adanya peluang penambahan sektor konstruksi sebagai bidang baru bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Jerman. Hal ini diungkapkan oleh Kepala BP2MI, Benny Rhamdani, usai pelepasan PMI di Jakarta, Senin (13/05).

Halaman:

Editor: Yudhista AP

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Berita Pilgub